Minggu, 09 Oktober 2011
6 Penyakit Umum di Tahun Pertama Kehidupan Bayi
Jika Kulit Kepala Berkerak
Kelenjar lemak kulit (sebum) keluar dari tempat yang sama dengan keluarnya rambut. Jadi, muaranya satu. Jika kelenjar lemak ini sangat aktif, akan mengeluarkan lemak lebih banyak. Nah, lemak ini, bila sudah mengering akan menimbulkan lapisan yang menumbuhkan kerak itu. Aktifnya kelenjar lemak disebabkan oleh hormon androgen yang diperoleh dari ibu si bayi saat di kandungan.
"Bayi, secara normal belum dapat menghasilkan hormon androgen. Hormon ini akan banyak jika ia mulai pubertas," jelas Titi. Tapi para ibu tak perlu panik. Sebab, kerak kepala bersifat sementara. Artinya, bila hormon androgen itu habis, maka kepala bayi pun akan terbebas dari kerak. Cuma saja, karena kerak itu mengganggu kenyamanan dan dapat mengganggu pertumbuhan rambut secara sehat, tentunya orangtua tak harus menunggu hingga hormon ini habis. "Kerak ini mudah, kok, dihilangkan," ujar Titi.
Cukup olesi dengan minyak kelapa. Biarkan semalaman agar kerak menjadi lunak. Esok harinya, cuci rambut si kecil dengan air hangat hingga bersih. Bila dengan cara ini tak membaik, mintalah nasehat dokter kulit. "Dokter akan memberi minyak yang dicampur dengan zat aditif tertentu yang bisa mempercepat pelepasan kerak itu," terang Titi. Kerak ini biasanya akan lebih parah bila kulit kepala berkeringat. Karena itu usahakan agar kulit kepala si kecil tetap sejuk dan kering. Jangan kenakan topi kecuali jika sangat diperlukan.
Senin, 03 Oktober 2011
Memilih mainan yang cocok untuk anak-anak
Tindakan dan Perawatan untuk Bayi Baru Lahir
Kecukupan Kolostrum
Banyak bayi kehilangan berat badannya sampai 10% dalam beberapa hari pertama setelah lahir. Namun setelah berumur sekitar 10 hari, berat badannya mulai meningkat lagi.
Agar berat badannya tidak terus turun, tingkatkan kualitas ASI Ibu dengan makan makanan bergizi.
Jika Kulit Kepala Berkerak
Kelenjar lemak kulit (sebum) keluar dari tempat yang sama dengan keluarnya rambut. Jadi, muaranya satu. Jika kelenjar lemak ini sangat aktif, akan mengeluarkan lemak lebih banyak. Nah, lemak ini, bila sudah mengering akan menimbulkan lapisan yang menumbuhkan kerak itu. Aktifnya kelenjar lemak disebabkan oleh hormon androgen yang diperoleh dari ibu si bayi saat di kandungan.
"Bayi, secara normal belum dapat menghasilkan hormon androgen. Hormon ini akan banyak jika ia mulai pubertas," jelas Titi. Tapi para ibu tak perlu panik. Sebab, kerak kepala bersifat sementara. Artinya, bila hormon androgen itu habis, maka kepala bayi pun akan terbebas dari kerak. Cuma saja, karena kerak itu mengganggu kenyamanan dan dapat mengganggu pertumbuhan rambut secara sehat, tentunya orangtua tak harus menunggu hingga hormon ini habis. "Kerak ini mudah, kok, dihilangkan," ujar Titi.
Cukup olesi dengan minyak kelapa. Biarkan semalaman agar kerak menjadi lunak. Esok harinya, cuci rambut si kecil dengan air hangat hingga bersih. Bila dengan cara ini tak membaik, mintalah nasehat dokter kulit. "Dokter akan memberi minyak yang dicampur dengan zat aditif tertentu yang bisa mempercepat pelepasan kerak itu," terang Titi. Kerak ini biasanya akan lebih parah bila kulit kepala berkeringat. Karena itu usahakan agar kulit kepala si kecil tetap sejuk dan kering. Jangan kenakan topi kecuali jika sangat diperlukan.
Sumber : www.tabloidnova.com
Sabtu, 01 Oktober 2011
Tips Merawat Kulit Bayi dan Balita
Biang keringat ditandai dengan timbulnya bintil merah yang disertai rasa gatal. Biasanya timbul di daerah dahi, paha dan bagian tubuh lain yang tertutup oleh pakaian bayi. Biang keringat ini disebabkan oleh hawa udara yang panas dan pengap sehingga menyebabkan tersumbatnya kelenjar keringat. Sedangkan ruam popok ditandai dengan timbulnya radang di daerah yang tertutup oleh popok, seperti di pangkal paha atau di pantat. Biasanya berwarna merah diserta luka ringan dan terasa gatal.
- Biasakan bayi anda mandi secara teratur, sebaiknya tiga kali sehari dengan menggunakan sabun khusus untuk bayi.
- Setelah bayi anda selesai mandi, keringkan dengan handuk bayi yang lembut dan pastikan bahwa daerah yang tertutup maupun lipatan benar-benar kering.
- Gunakanlah pakaian bayi yang tidak terlalu ketat dan tebal untuk menghindarkan dari timbulnya keringat.
- Setiap bayi berkeringat seka dengan lap basah dan keringkan dengan kain bersih. Taburkan bedak bayi yang lembut tipis tipis ke kulit bayi Anda.
- Sebaiknya bayi diletakkan dalam ruang yang memiliki ventilasi cukup untuk pertukaran udara.
- Gunakan popok yang lembut dan dapat dengan mudah menyerap basah.
- Jangan terlalu lama menggunakan popok atau diaper. Begitu popok basah, cepatlah menggantinya dengan popok yang baru. Dan jangan lupa untuk membersihkan daerah popok tersebih dahulu dengan air hangat dan keringkan dengan kain atau handuk yang lembut. Lalu berikanlah bedak lembut pada kulit bayi Anda.
- Untuk mencegah eksim susu, beberapa perawatan yang bisa dilakukan seperti menghindari pengunan air yang terlalu panas, menggunakan sabun mandi khusus untuk bayi, mengoleskan lotion bayi setelah mandi untuk menjaga kelembaban kulitnya. Jika kondisi membusuk dan lebih banyak kulit teriritasi, maka segera bawa ke dokter.
Dari berbagai sumber.
Jumat, 30 September 2011
5 Faktor Penyebab Batita Cengeng
Anak yang gampang menangis cenderung mengungkapkan keinginan dengan disertai tangisan. Secara umum tangisan masih menjadi salah satu bentuk komunikasi, terutama bayi di bawah tiga tahun atau batita, karena terbatasnya kemampuan verbal. Hal ini perlahan-lahan harus dihilangkan.
Anak tidak masuk kategori cengeng kalau kerewelan itu hanya ditunjukkan pada kondisi tertentu saja. Seperti sedang sakit, kelelahan, keatakutan, bertemu dengan orang baru atau ditinggal orangtua. Ike R Sugiyanto, Psi dari Potentia Centre menjelaskan banyak faktor yang menyebabkan anak gampang menangis. Di antaranya: 1. Emosi ibu tak stabil saat hamil. Kalau mau dirunut ke belakang, salah satu penyebab anak gampang menangis adalah kondisi psikologis ibu kurang mendukung saat hamil, seperti sedang banyak masalah, sehingga emosinya tidak stabil. Kondisi ini bisa "menular" pada janin dan bila tidak terselesaikan, bukan tidak mungkin terus terbawa hingga batita. 2. Anak cenderung lebih sensitif. Selain itu, ada anak-anak yang memang lebih sensitif. Perasaannya halus, sehingga apa saja gampang memancing tangisannya. Ada orang bersuara keras, ia menangis, karena merasa dirinya sedang dimarahi. 3. Orangtua tidak konsisten. Kalau diperhatikan, ada juga anak yang selalu menangis saat melakukan kesalahan sehingga orangtua merasa kasihan atau mengurungkan niat untuk menegur atau menghukumnya. Meski masih batita, anak sudah bisa melihat celah, menggunakan tangisnya sebagai upaya terhindar dari hukuman atau teguran. 4. Pola asuh. Pola asuh orangtua juga ikut berperan. Anak yang serba dilarang akan tumbuh menjadi pribadi penakut atau pencemas. Ia selalu tidak yakin dengan apa yang dilakukannya. Akibatnya ia mudah menangis bila menghadapi situasi yang membuatnya takut atau khawatir. 5. Anak dimanja. Anak yang serba boleh atau dimanja berlebihan juga berpotensi menjadi anak cengeng. Ia akan menggunakan tangisan untuk mendapatkan apa yang diinginkannya. Apalagi kalau anak ini sudah bisa "menandai" orangtua akan memberikan apa saja kalau ia menangis di muka umum. Menangis menjadi pilihan caranya manakala menginginkan sesuatu. Jika anak memiliki kecenderungan gampang menangis seperti ini, Anda masih bisa memperbaiki perilakunya. Orangtua perlu tekun memberikan penjelasan dan menstimulasi anak untuk mengungkapkan apa yang diinginkannya. Komunikasi yang baik perlu dibangun agar anak belajar mengungkapkan kebutuhannya, bukan dengan menangis tanpa sebab. Selain itu, jangan memberi label "cengeng" pada anak yang gampang menangis seperti ini. Pelabelan "cengeng" ini jika terjadi terus menerus, membuat anak yakin bahwa dirinya memang cengeng. Jadi sah saja baginya untuk terus menangis meski tak ada penyebab berarti. |