Tampilkan postingan dengan label Kehamilan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kehamilan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 09 Oktober 2011

8 tanda kehamilan yang perlu di waspadai


Kehamilan adalah hal yang paling ditunggu-tunggu pasangan pengantin baru. Kehadiran buah hati menambah warna dalam kehidupan kita sehari-hari.  Banyak hal baru yang akan ditemui ketika ibu ibu hamil. Baik hal hal yang bersifat alami maupun hal-hal yang membuat kita siaga ( siap antar jaga ) Adalah tanda-tanda kehamilan yang perlu di waspadai oleh kaum ibu. Tanda kehamilan yang perlu diwaspadai antara lain :
  • Pusing, Pandangan kabur, kaki dan tangan bengkak, serta ibu muntah terus.
  • Berat Badan ibu hamil tidak naik.
  • Pendarahan
  • Gerak janin berkurang atau tidak ada sama sekali
  • Ketuban Pecah sebelum waktunya.
  • Persalinan lebih dari 12 jam perlu segera dirujuk ke rumah sakit.
  • Beberapa penyakit yang mempengaruhi kehamilan, seperti malaria, tekanan darah tinggi dan anemia.
  • Demam tinggi pada masa kehamilan atau nifas.
  • segeralah perikas ke bidan atau dokter anda apabila menemukan tanda-tanda seperti ini
Inilah berbagai tanda kehamilan yang perlu kita waspadai, baik oleh ibu sendiri maupun petugas kesehatan. semoga bermanfaat untuk kita semua.
Sumber : sobatsehat.com
Selengkapnya...

Tanda-Tanda Akan Melahirkan


Nyeri, tegang, mulas…. Ups! Jangan-jangan saat persalinan sudah dekat. Punya pengetahuan tentang tanda serta tahap persalinan jelas sangat membantu, meski tidak berarti setiap wanita hamil akan melewati rasa dan pengalaman yang sama saat melahirkan.
Diawali kontraksi
Normalnya, di minggu ke 38-40 kehamilan, kepala janin sudah mulai turun ke rongga panggul. Bersamaan dengan itu, otot-otot rahim pun mulai melakukan gerakan mengerut dan meregang secara bergantian, terus-menerus secara teratur. Nah, gerakan otot rahim seperti inilah yang disebut kontraksi.
Seperti apa rasanya? Ada yang mengatakan nyeri seperti diperas, kaku dan tegang di perut, khususnya bagian bawah, atau mulas seperti ingin buang air besar.
Yang pasti, frekuensi terjadinya kontraksi semakin lama semakin meningkat, begitu juga dengan kekuatannya. Awalnya, jarak waktu antara kontraksi yang satu dan selanjutnya cukup panjang, biasanya selang satu jam. Lalu, semakin memendek, bisa tiap 30 menit, 15 menit, dan menjelang waktunya bayi lahir, jarak kontraksi bisa mencapai 2 atau 1 menit sekali.
Sewaktu jarak antar-kontraksi masih jauh, mungkin rasa nyeri terasa hanya pada bagian atas perut. Namun seiring dengan kemajuan proses awal ini, rasa nyeri semakin menjalar ke bagian bawah perut, bahkan ke arah bawah punggung dan belakang pinggang. Saat mulut rahim sudah membuka sempurna, rasa nyeri yang hebat di daerah tadi akan terasa sangat kuat.
Dr Erick, spesialis kandungan menuturkan, proses setiap wanita saat persalinan berbeda. Tetapi tanda-tandanya sama.
”Biasanya saat akan melahirkan, ibu akan merasa adanya kontraksi rahim yang teratur. Dan ini merupakan salah satu tanda yang akan dialami semua ibu yang akan melahirkan,” terangnya.
Tidak seperti kontraksi Braxton hick, kontraksi timbul secara teratur, mula-mula kontraksi hanya sebentar kemudian bertambah lama dan bertambah kuat, dan kontraksi terjadi simetris di kedua sisi perut mulai dari bagian atas dekat saluran telur ke seluruh rahim, dan nyeri tidak hilang atau berkurang dengan istirahat atau elusan saja.
Bagi ibu yang akan melahirkan dan mulai terasa kontraksi yang nampak teratur, mulailah untuk menghitung waktunya. Biasanya, persalinan hanya terjadi bila kontraksi menjadi semakin dekat 40 detik antara kontraksi lainnya. Persalinan pertama kali akan berlangsung 12-14 jam sehingga lebih baik anda menunggu dirumah sambil beristirahat mengumpulkan energi untuk persalinan. Jadi jika kontraksi anda sudah setiap 5 menit sekali atau sangat sakit anda dapat pergi ke rumah sakit.
‘”Setelah tanda kontraksi teratur, maka akan keluar darah bercampur lendir, ini merupakan tanda kedua akan terjadinya persalinan,” ujarnya.
Ia menerangkan, darah bercamur lendir ini terjadi karena sumbatan yang tebal pada mulut rahim terlepas. Sehingga menyebabkan lendir yang berwarna kemerahan. Karena bercampur darah.
Jalan lahir membuka
Saat otot rahim mengerut, ukuran rahim akan mengecil, sehingga kepala janin semakin terdorong ke arah bawah (jalan lahir). Bersamaan dengan itu, mulut rahim sedikit demi sedikit mulai membuka.
Perlu Anda tahu, sejak terjadinya kehamilan, secara alami mulut rahim tertutup oleh semacam sumbat berupa lendir kental. Sumbat lendir ini bertugas menjaga agar kehamilan bisa terus berjalan sekaligus melindungi janin dari kuman. Nah, pada awal tahap pembukaan mulut rahim, sumbat lendir itu terbuka dan lendir (yang berwarna merah muda) keluar melalui vagina.
Mulut rahim yang semula hanya membuka sedikit, seiring dengan datangnya kontraksi yang semakin kuat, akan terus melunak dan terbuka semakin lebar. Lama-kelamaan, mulut rahim akan terlihat semakin datar dan menyatu dengan rahim bagian bawah. Saat inilah pembukaan lengkap terjadi.
Pembukaan mulut rahim biasanya dihitung dengan satuan sentimeter (cm). Bila dokter mengatakan mulut rahim Anda sudah pembukaan 8, artinya jalan lahir sudah membuka sepanjang 8 cm. Pembukaan mulut rahim dikatakan lengkap bila sudah mencapai pembukaan 10, atau 10 cm.
Lamanya tahap pembukaan jalan lahir dari awal hingga sempurna, bervariasi pada setiap kehamilan. Namun, secara gamblang tahap persalinan dibagi atas:
* Kala/tahap I laten: di mulai dari tanpa pembukaan sampai pembukaan 2, yang bisa berlangsung 24-48 jam,
* Kala I aktif: dimulai dari pembukaan 3-10, yang berlangsung sekitar 7 jam pada persalinan anak pertama, 3 1/2 jam pada persalinan bukan pertama.
* Kala II: disebut fase mengejan, pada pembukaan 10/lengkap yang bisa berlangsung maksimal 1 jam.
* Kala III: adalah fase melahirkan plasenta, hanya berlangsung sekitar 15 menit.
Penting diingat, menjelang akhir kala I, meski Anda merasakan mulas yang luar biasa, Anda masih belum boleh mengejan. Sebab, saat ini mulut rahim belum membuka sempurna. Bila Anda mengejan saat ini, bisa mengakibatkan jalan lahir membengkak dan terjadi perobekan.
Jadi, harus bagaimana? Bernapaslah dalam-dalam dan hembuskan perlahan. Lakukan hal ini berulang-ulang setiap kali rasa nyeri yang luar biasa itu datang.
Bila mulut rahim sudah membuka sempurna, artinya Anda sudah melewati tahap pertama dari proses persalinan, dan siap menuju tahap kedua, yaitu kelahiran bayi.
Siap lahir
Bila tidak ada hambatan, misalnya tali pusar yang melilit anggota tubuh janin, maka tahap yang dikenal dengan kala II ini berlangsung jauh lebih cepat dibanding tahap sebelumnya. Ada yang melewatinya tidak lebih dari 30 menit, meski ada juga yang lebih.
Pada tahap ini, kepala janin yang memang sudah tepat berada di mulut rahim akan terus mendesak. Bersamaan dengan itu, secara alamiah, rahim dan vagina akan membentuk semacam cekungan yang menjadi jalur untuk dilewati bayi. Saat ini, Anda akan merasakan tekanan yang sangat kuat di daerah perineum (daerah antara vagina dan anus).
Saat kepala janin sudah di ambang pintu dan siap keluar, lendir dan darah yang keluar dari vagina semakin bertambah. Selain itu, desakan kuat kepala janin akan menyebabkan kantung ketuban pembungkus janin pecah lebih awal atau saat pembukaan lengkap, sehingga cairan ketuban keluar membasahi daerah vagina. Cairan ini sekaligus membuat jalan lahir semakin licin yang justru memudahkan bayi meluncur keluar dengan mulus. Setelah pembukaan benar-benar lengkap dan kepala bayi sudah terlihat di pintu lahir, saat inilah Anda diijinkan mengejan.
Apa yang harus dilakukan? Ikuti saja baik-baik panduan penolong persalinan Anda. Ikuti aba-abanya, kapan Anda menarik napas dan kapan waktunya mengeluarkan napas sambil mengejan, Mengapa harus demikian? Sebab, saat mengejan harus dilakukan berbarengan dengan saat kontraksi datang, sehingga bayi akan lebih mudah meluncur di jalan lahirnya.
Saat kepala bayi berhasil keluar dari mulut vagina, bagian tubuh bayi yang masih di dalam secara alami akan berputar dengan sendirinya. Kondisi ini memungkinkan bagian bahu dan seluruh tubuh bayi keluar.
Nah, kini sambutlah kehadiran buah hati Anda di dunia dengan penuh cinta dan syukur. Anda bisa meminta penolong persalinan untuk membawakan bayi Anda sesaat dalam dekapan Anda.
Plasenta selesai bertugas
Dengan lahirnya sang buah hati, selesai pula tugas plasenta atau ari-ari yang selama ini menemaninya di dalam rahim. Plasenta yang selama 9 bulan lebih bertugas mensuplai nutrisi dan oksigen, mengeluarkan sisa metabolisme serta sebagai organ yang menyalurkan antibodi ke tubuh janin, juga harus dilahirkan. Proses yang terjadi dalam tahap ketiga ini biasanya berlangsung tidak lebih dari 15 menit.
Alam sudah mengatur, setelah bayi keluar, kontraksi masih terus berlangsung, meski tidak sehebat sebelumnya. Tujuannya untuk membantu melepaskan plasenta dari tempat menempelnya di dinding rahim. Hampir sama seperti proses kelahiran bayi, Anda akan diminta mengejan bersamaan dengan datangnya kontraksi.
Untuk memeriksa apakah seluruh plasenta sudah terlepas dari dinding rahim atau belum, penolong persalinan akan menekan perut Anda. Setelah itu, ia akan menarik perlahan-lahan tali pusar agar plasenta bisa keluar. Setelah seluruh plasenta beserta tali pusar keluar, barulah tubuh Anda dibersihkan.
Nah, kini selesailah sudah seluruh tahap proses persalinan. Anda pun memasuki babak baru dalam hidup Anda, yakni jadi seorang ibu. Sebuah peran yang luar biasa indahnya!
Sumber: Ayah Bunda Online
Selengkapnya...

Tips Perawatan Payudara Saat Hamil


Selama kehamilan payudara mengalami perubahan. Yakni lebih kencang. Merawat payudara dengan baik selama hamil akan berdampak pada produksi ASI. Berikut ini adalah tips untuk merawat payudara pada saat hamil, di bagi berdasarkan fase kehamilan.
Umur kehamilan 3 bulan
Periksa puting susu untuk mengetahui apakah puting susu datar atau masuk ke dalam dengan cara memijat dasar puting susu secara perlahan. puting susu yang normal akan menonjol keluar. Apabila puting susu tetap datar atau masuk kembali ke dalam payudara, maka sejak hamil 3 bulan harus dilakukan perbaikan agar bisa menonjol. Caranya adalah dengan menggunakan kedua jari telunjuk atau ibu jari, daerah di sekitar puting susu diurut ke arah berlawanan menuju ke dasar payudara sampai semua daerah payudara. Dilakukan sehari dua kali se-lama 6 menit.
Usia Kehamilan 6-9 Bulan
Kedua telapak tangan dibasahi dengan minyak kelapa, kemudian puting susu sampai areola mamae (daerah sekitar puting dengan warna lebih gelap) dikompres dengan minyak kelapa selama 2-3 menit. Tujuannya untuk memperlunak kotoran atau kerak yang menempel pada puting susu agar mudah dibersihkan. Jangan membersihkan dengan alkohol karena dapat menyebabkan puting susu lecet.
Selanjutnya kedua puting susu dipegang lalu ditarik, diputar ke arah dalam clan ke arah luar (berlawanan jarum jam). Pangkal payudara dipegang dengan kedua tangan, lalu diurut ke arah puting susu sebanyak 30 kali sehari. Lalu pijat kedua areola mamae hingga keluar 1-2 tetas. Setelah itu, puting susu dibersihkan dengan handuk kering clan bersih.
Pemijatan Payudara
Bersihkan payudara memakai air, lalu pijat memakai minyak. Pemijatan dilakukan dengan kedua tangan, sekeliling payudara diurut memutar search jarum jam can kemudian berbalik arah/ berlawanan jarum jam. Setelah itu lakukan pengurutan dari bawah menuju puting, namun putingnya sendiri tak perlu di-massage karena talk berkelenjar. Usai massage, ketuk-ketuklah payudara memakai ujung jari atau ujung rugs jari.
Senam Teratur
Senam yang bisa dilakukan, posisi berdiri, tangan kanan memegang bagian lengan bawah kiri dekat siku, sebaliknya tangan kiri memegang lengan bawah kanan (seperti orang bersedakep). Kemudian tekan kuatkuat ke arah dada dengan cara mempererat pegangan, sehingga terasa tarikannya pada otot-otot di dasar payudara. Selanjutnya lemaskan kembali. Lakukan berulang-ulang hingga 30 kali. Yang kedua, Pegang bahu dengan kedua ujung tangan, kemudian siku diputar ke depan sehingga lengan bagian dalam mengurut (massage) payudara ke arah atas. Diteruskan gerakan tangan ke atas ke belakang can kembali pada posisi semula. Lakukan latihan ini 20 kali putaran.
Memakai Bra yang Pas
Untuk mengatasi rasa tak enak pada saat payudara membesar, pakailah bra yang pas dan bisa memegang. Jangan pakai yang terlalu ketat atau longgar, tapi harus benarbenar pas sesuai ukuran payudara saat itu dan dapat menopang perkembangan payudara.
Sumber : Bayidananak.com
Selengkapnya...

Senin, 03 Oktober 2011

Tanda-tanda dan Gejala Awal Kehamilan

Tanda Dan gejala awal kehamilan : Hal-hal yang mungkin anda alami sebelum anda mulai perawatan prenatal. Apakah anda hamil ? Bukti yang sesungguhnya dapat dilihat pada tes kehamilan. Tapi anda bisa menduga – atau berharap – bahwa anda hamil, bahkan sebelum anda terlambat menstruasi, bila anda mengalami satu atau lebih tanda Dan gejala kehamilan. Berikut adalah tanda-tanda yang dapat dilihat pada minggu-minggu pertama setelah anda mulai hamil. Payudara atau putting yang nyeri, bengkak. Salah satu perubahan fisik yang dialami saat kehamilan adalah perubahan pada payudara. Payudara anda akan terasa berat, sakit atau nyeri bila dipegang. Atau bisa juga terasa lebih penuh Dan lebih berat. Pada dua minggu pertama setelah kehamilan dimulai, payudara anda mulai membesar Dan berubah sebagai persiapan untuk memproduksi susu. Penyebab utama dari perubahan ini adalah meningkatnya produksi hormon esterogen Dan progesteron. Perubahan pada payudara anda akan terlihat lebih jelas apabila anda baru pertama kali hamil. Kelelahan yang sangat. Banyak perempuan yang merasa kehabisan tenaga selama kehamilan, terutama pada masa-masa awal. Hal ini mungkin merupakan cara alami untuk membujuk para calon ibu untuk mengambil waktu lebih untuk tidur, dalam rangka persiapan untuk malam-malam dimana dia tidak bisa tidur di masa yang akan datang. Akan tetapi Ada juga alasan fisik untuk kelelahan ini.Pada minggu-minggu pertama masa kehamilan, tubuh anda bekerja dengan sangat keras – memompa hormon Dan memproduksi lebih banyak darah untuk membawa nutrisi bagi janin anda. Untuk mengakomodasi meningkatnya aliran darah ini, jantung anda memompa lebih keras Dan lebih cepat. Ditambah, hormon progesteron yang merupakan depresan alami bagi sistem syaraf pusat, sehingga adanya hormon ini dalam jumlah yang banyak menyebabkan anda merasa mengantuk. Sebagai tambahahan, adanya kemungkinan hamil dapat menyebabkan timbulnya perasaan khawatir yang dapat menyerap energi anda dan menyebabkan susah tidur. Flek darah atau nyeri perut. Ada yang mengalami flek atau sedikit pendarahan pada saat awal kehamilan, sekitar 10 atau 14 Hari setelah pembuahan. Dikenal sebagai pendarahan karena implantasi, yang terjadi bila sel telur yang telah dibuahi menempelkan dirinya pada dinding uterus. Pendarahan seperti ini biasanya terjadi lebih awal, lebih sedikit Dan warnanya lebih terang daripada darah yang biasa keluar pada saat haid, dan terjadinya hanya sebentar. Ada juga yang mengalami nyeri atau kram perut pada awal-awal kehamilannya saat rahim mulai membesar. Rasa nyeri ini persis seperti rasa sakit pada saat haid. Mual dengan atau tanpa muntah. Mual pada pagi Hari adalah tanda-tanda klasik pada awal kehamilan. Kebanyakan rasa mual mulai terasa sekitar minggu keempat sampai kedelapan kehamilan, tapi muntah-muntah bisa dimulai pada dua minggu pertama setelah kehamilan. Meskipun mual Dan muntah selama masa kehamilan biasa dikenal dengan nama morning sickness – muntah di pagi Hari, akan tetapi pada kenyataannya bisa terjadi kapan saja. Kelihatannya hal ini terjadi karena peningkatan drastis kadar esterogen yang diproduksi oleh plasenta Dan janin. Hormon ini menyebabkan pengosongan usus berjalan lebih lambat, yang bisa jadi mengakibatkan terjadinya masalah ini. Ibu hamil juga dikenal lebih sensitif terhadap bau, sehingga berbagai macam bau – seperti bau masakan, kopi, parfum atau bau ASAP rokok – dapat memicu terjadinya rasa mual. Tidak suka atau ingin makan satu makanan tertentu. Memalingkan hidung anda dari suatu makanan tertentu biasanya merupakan tanda-tanda awal bahwa anda sedang hamil. Bahkan bau makanan tertentu bisa menyebabkan rasa mual di awal kehamilan. Satu studi mengatakan bahwa ibu hamil biasanya tidak suka pada bau kopi di minggu-minggu awal kehamilannya. Daging, produk yang mengandung susu Dan makanan berbumbu tajam adalah objek yang biasanya paling tidak disukai pada saat kehamilan. Ngidam satu makanan tertentu juga biasa terjadi. Seperti juga gejala kehamilan yang lain, keinginan untuk makan makanan tertentu ini bisa diakibatkan oleh perubahan hormon. Ibu hamil biasanya mengalami perubahan selera makan, terutama pada semester pertama, saat akibat dari perubahan hormon masih sangat kuat. Sering buang air kecil. Banyak ibu hamil yang merasakan bahwa mereka jadi lebih sering pergi ke kamar kecil daripada biasanya. Pada trimester pertama kehamilan, hal ini disebabkan karena rahim yang membesar menekan ke arah kandung kemih anda. Sakit kepala. Bila anda hamil, anda mungkin akan terganggu dengan seringnya anda mengalami sakit kepala ringan. Pada masa awal kehamilan, sakit kepala mungkin disebabkan oleh meningkatnya sirkulasi darah yang disebabkan oleh adanya perubahan hormon. Konstipasi. Konstipasi atau susah buang air besar adalah salah indikator awal terjadinya kehamilan. Peningkatan jumlah hormon progesteron menyebabkan proses pencernaan berjalan lambat, sehingga makanan lebih lambat bisa masuk ke saluran pencernaan, yang bisa menyebabkan terjadinya konstipasi. Perubahaan suasana hati. Anda bukan jenis perempuan yang sensitif – jadi mengapa bisa menangis melihat iklan Hallmark? Membanjirnya jumlah hormon dalam tubuh anda di masa awal kehamilan bisa membuat anda luar biasa emosional Dan cengeng. Perubahan suasana hati ini, dari gembira menjadi sedih, juga biasa terjadi, terutama pada trimester pertama. Merasa pusing dan melayang. Merasa pusing dan melayang biasa terjadi pada ibu hamil. Sensasi ini biasanya adalah akibat dari perubahan sirkulasi saat pembuluh darah dalam tubuh anda membesar Dan tekanan darah anda menurun. Pada awal kehamilan, rasa pusing ini juga bisa disebabkan oleh rendahnya gula darah. Suhu basal tubuh meningkat. Suhu basal tubuh anda adalah temperatur yang diambil secara oral pada saat anda pertama kali bangun di pagi Hari. Temperatur ini akan sedikit meningkat setelah masa ovulasi Dan menetap pada level tersebut sampai anda mendapatkan haid berikutnya. Apabila anda sering mencatat suhu basal tubuh anda untuk menentukan kapan anda mengalami ovulasi, anda akan melihat bahwa peningkatan selama leibh dari dua minggu berarti anda mengalami kehamilan. Pada kenyataannya, suhu basal tubuh akan tetap tinggi selama masa kehamilan anda. Apakah anda sungguh-sungguh hamil ? Sayangnya tanda dan gejala awal di atas tidak hanya dikhususkan untuk menandakan adanya kehamilan. Ada beberapa yang buy antibiotics without prescription menandakan bahwa anda sedang sakit atau periode haid anda akan segera dimulai. Dan, sebaliknya, anda bisa saja hamil tanpa mengalami gejala-gejala seperti di atas. Akan tetapi, alangkah baiknya bila anda melihat salah satu dari tanda-tanda yang ada pada daftar di atas, segera lakukan tes kehamilan di rumah, terutama bila anda tidak mencatat siklus haid anda atau bila siklus anda selalu bergeser jauh dari satu bulan ke bulan berikutnya. Juga jangan lupa untuk menjaga diri anda baik-baik. Siapa tahu anda benar-benar sedang berbadan dua. sumber: http://babies-owner.blogspot.com/
Selengkapnya...

Depresi Saat Hamil Mempengaruhi Perkembangan Janin

Kehamilan seharusnya menjadi saat-saat yang paling membahagiakan bagi seorang Ibu. Namun terkadang, sebagai seorang calon Ibu (apalagi karena baru pertama kali menghadapi kehamilan) ada saja rasa kekhawatiran yang berlebihan sehubungan dengan semakin dekatnya proses kelahiran. Sekitar 10-20% wanita berusaha untuk melawan gejala depresi dan seperempat sampai setengahnya terkena depresi yang berat. Pada suatu studi terhadap 360 ibu hamil, maka 10% dari mereka mengalami depresi saat kehamilan dan hanya 6,8% yang mengalami depresi pasca kehamilan. Depresi merupakan gangguan mood yang muncul pada 1 dari 4 wanita yang sedang hamil dan hal ini bukan sesuatu yang istimewa. Penyakit ini selalu melanda mereka yang sedang hamil, tetapi sering dari mereka tidak pernah menyadari depresi ini karena mereka menganggap kejadian ini merupakan hal yang lumrah terjadi pada Ibu hamil, padahal jika tidak ditangani dengan baik dapat mempengaruhi bayi yang dikandung Ibu. Apa penyebab munculnya depresi? Depresi selama kehamilan merupakan gangguan mood yang sama seperti halnya pada depresi yang terjadi pada orang awam secara umum, dimana pada kejadian depresi akan terjadi perubahan kimiawi pada otak. Depresi juga dapat dikarenakan adanya perubahan hormon yang berdampak mempengaruhi mood Ibu sehingga Ibu merasa kesal, jenuh atau sedih. Selain itu, gangguan tidur yang kerap terjadi menjelang proses kelahiran juga mempengaruhi Ibu karena letih dan kulit muka menjadi kusam. Selain itu, adanya kekhawatiran akan kandungan, sering muntah pada awal trimester pertama, dan masalah-masalah lain juga dapat menyebabkab Ibu depresi. Ibu akan terus-menerus mengkhawatirkan keadaan bayinya dan ini akan membuat Ibu merasa tertekan.

Ibu yang mengalami depresi akan mengalami beberapa gejala berikut ini selama kurang lebih 2 minggu, seperti: Adanya perasaan sedih Kesulitan dalam berkonsentrasi Tidur yang terlalu lama atau sedikit Hilangnya minat dalam melakukan aktivitas yang biasa digemari Putus asa, cemas Timbul perasaan tidak berharga dan bersalah Adanya perubahan dalam kebiasaan makan Apa dampaknya? Menurut hasil studi di USA, Perempuan yang mengalami depresi selama awal kehamilan lebih mungkin untuk menghadapi kelahiran sebelum masanya. Depresi yang tidak ditangani sedini mungkin, akan memiliki dampak buruk bagi Ibu dan bayi yang dikandungnya. Ada 2 hal penting yang mungkin berdampak pada bayi di kandungan, yaitu: Timbulnya gangguan pada janin yang masih di dalam kandungan Munculnya gangguan kesehatan pada mental anak nantinya Menurut Tiffani Field, Ph. D dari Universitas of Miami Medical School, berdasarkan penelitian yang sudah ia lakukan selama 20 tahun, dia menemukan anak yang dilahirkan oleh ibu yang mengalami depresi berat selama kehamilan akan memiliki kadar hormon stres tinggi, aktivitas otak yang peka terhadap depresi, menunjukkan sedikit ekspresi, dan mengalami gejala depresi lain, seperti sulit makan dan tidur. Yang berbahaya bila gejala depresi pada bayi baru lahir tidak segera ditangani, anak berkembang menjadi anak yang tidak bahagia. Mereka sulit belajar berjalan, berta badan kurang, dan tidak responsif terhadap orang lain. Bila keadaan ini tetap tidak tertanggulangi, anak akan tumbuh menjadi balita yang depresi. Saat mulai sekolah mereka mengalami masalah tingkah laku, seperti agresif dan mudah stres. Bagaimana cara menanganinya? Ibu yang mengalami depresi harus mendapatkan pertolongan para profesional. Karena saat ini mereka adalah tempat yang paling tepat untuk berkonsultasi, mereka nanti akan memberikan solusi yang terbaik untuk ibu dan janin yang ada di dalam kandungan. Ada beberapa cara dalam melakukan terapi dan konsultasi dengan dokter kandungan anda seperti dengan metode support group atau psikoterapi yang dapat dilakukan secara rutin dan berkala atau dengan obat – obatan. Jika gejala depresi yang ditunjukkan sangat berat maka dokter kandungan mungkin akan meresepkan beberapa obat untuk mengatasinya dan tentunya aman untuk mereka yang sedang mengandung. Jika karena sesuatu hal sang ibu tidak merasa nyaman untuk mendiskusikannya dengan dokter atau terapis maka teman dekatnya dapat diajak berbicara untuk bertukar pendapat. Selain itu, harus disadari bahwa orang yang diajak berbicara tersebut sangat bisa mengerti apa yang sang ibu hamil rasakan. Jangan pernah untuk melawan depresi ini seorang diri, karena pada saat-saat tersebut sang ibu hamil sangat membutuhkan seseorang untuk diajak berbagi untuk mengatasi depresi yang dirasakan. Yang penting, upaya penyembuhan ini harus dilakukan pada ibu dan bayi. Jangan hanya bayi yang diterapi, sementara ibu dibiarkan makin terpuruk dalam depresi atau sebaliknya. Ibu dan bayi harus bekerja sama untuk mengatasi depresinya. Ayah juga harus berperan aktif dalam membantu penyembuhan orang-orang terdekat ini. Peran ayah terhadap Ibu yang sedang mengandung dan setelah melahirkan amat besar. Ibu hamil harus mendapat dukungan yang sebesar-besarnya dari suami. Dukungan suami ini dapat ditunjukan dengan berbagai cara seperti memberi ketenangan pada istri, membantu sebagian pekerjaan istri atau bahkan sekedar memberi pijitan ringan bila istri merasa pegal. Diharapkan dengan dukungan total dari suami, istri dapat melewati masa kehamilannya dengan perasaan senang dan jauh dari depresi. Sumber : www.info-sehat.com
Selengkapnya...

Makanan Pedas dan Ibu Hamil

Sepanjang trimester pertama, calon ibu sering menderita emesis gravidarum, yaitu banyaknya air liur, rasa mual dan muntah akibat perubahan sistem pencernaan berupa produksi asam lambung berlebihan dan melambatnya waktu pengosongan lambung atau penurunan pergerakan peristaltik usus, akibat perubahan hormon pada kehamilan. Pada keadaan itu, calon ibu biasanya membutuhkan perangsang rasa pedas. 

Pada prinsipnya, makanan apa pun dapat dikonsumsi asalkan sehat. Sambal atau cabe rawit boleh-boleh saja sejauh tidak menganggu pencernaan (mual, muntah, sakit perut, diare) terutama bila ibu menderita gangguan tukak lambung/usus atau sakit maag. 

Pertumbuhan Janin
Secara langsung, sambal tidak menganggu pertumbuhan janin. Tetapi, bila menimbulkan muntah dan diare, dapat mencetus dehidrasi (kekurangan cairan dan elektrolit) dan menurunnya pasokan mikronutrisi lain yang bisa mempengaruhi tumbuh kembang janin. Rasa panas yang ditimblkan setelah mengkonsumsi cabai di dalam perut akan mempengaruhi si Kecil dalam kandungan yang masih lembut, sangat sensitive dan dapat mengganggu perkembangan saraf terutama kulitnya. 

Diare
Makanan yangmengandung banyak bumbu seperti cabai atau merica terkadang dapat menimbulkan gangguan pada lambung dan gangguan pencernaan lain seperti diare. Makanan seperti ini dapat bahaya terhadap janin. Jika timbul diare setelah mengonsumsi makanan pedas, cukup dengan menghentikan konsumsi makanan tersebut, dan mengganti elektrolit yang hilang dengan minum oralit. Diare akan berhenti spontan tanpa harus minum obat tertentu. Namun, jika pada saat diare bisa menimbulkan kontraksi pada rahim karena kram perut yang terjadi. Kontraksi ini berakibat pd penekanan janin di dalam rahim. Kontraksi ini akan berakibat jg penekanan kepada usus besar. 

Makanan Asam
Pembatasan ini berlaku juga untuk minuman yang rasanya asam. Terlalu banyak mengonsumsi minuman asam akan membuat lambung tidak nyaman. Bahkan bukan tidak mungkin akan menyebabkan perlukaan di usus bila rasa asam itu berasal dari cuka atau bahan-bahan nonbiologis lainnya. Kondisi ini bisa lebih parah pada ibu hamil yang sebelumnya sudah mengidap gangguan lambung (gastritis).Bukan berarti ibu hamil tak boleh sama sekali menyentuh makanan pedas dan asam, yang diperlukan adalah mengatur menjaga untuk mengonsumsinya secara tidak berlebihan

sumber :
www.info-sehat.com
Selengkapnya...

Tes Kehamilan


Umumnya tes kehamilan ini dilakukan untuk memastikan apakah Anda sedang hamil atau tidak. Tes kehamilan dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu :

  • Tes urin
    Alat untuk melakukan tes urin banyak dijual di apotik-apotik. Cara penggunaannya juga lebih mudah, yaitu dengan menempatkan sampel urin pada benda atau tempat yang disediakan. Untuk detailnya, Anda dapat mengikuti instruksi yang terdapat pada kemasan. Tes urin dilakukan kurang lebih 14 hari setelah pembuahan terjadi, atau pada saat Anda tidak mendapatkan haid. 
  • Tes darah
    Tes darah biasanya lebih sensitif, lebih tepat, namun jarang dilakukan karena harganya yang mahal dan sulit dilakukan. Tes darah dapat dilakukan sekitar 10 hari setelah pembuahan.
Hasilnya biasanya berupa tanda positif atau negatif. Kadar hCG diatas 5 mIU biasanya sudah dianggap hamil. Sebagian alat untuk tes urin mengukur kadar hCG antara 25 – 200 mIU.
Selain tes urin dan tes darah, Anda juga dapat membantu memastikan Anda hamil atau tidak dengan menggunakan alat USG, yang baru dapat dilakukan setelah beberapa minggu. Kadang-kadang sekitar 4 minggu setelah pembuahan. Pemeriksaan secara manual dapat menunjukkan adanya pembesaran rahim, namun tidak bisa memastikan apakah pembesaran ini disebabkan karena kehamilan.

Selengkapnya...

Perkembangan & Perubahan Ibu Hamil Pada Trimester

Pada bulan-bulan pertama kehamilan Anda (0 - 12 minggu), mungkin tidak akan banyak orang yang mengerti bila Anda sedang hami,l karena belum terlihat perubahan yang nyata pada tubuh Anda. Tapi sesungguhnya tubuh Anda secara aktif bekerja untuk menyesuaikan secara fisik dan emosional bagi proses kehamilan ini.

Beberapa perubahan pada tubuh ibu hamil di trimester pertama (0 - 12 minggu) kehamilan yaitu:
Pembesaran payudara
Payudara akan membesar dan mengencang karena pada awal pembuahan terjadi peningkatan hormon kehamilan yang menimbulkan pelebaran pembuluh darah dan pemberian nutrisi pada jaringan payudara. Anda mungkin akan merasa bra Anda terasa sesak dan tak nyaman lagi, sebaiknya Anda mempersiapkan bra baru yang sesuai dengan ukuran baru untuk memberi kenyamanan dan dapat menyokong payudara Anda. Tapi jangan buang yang lama, Anda dapat menyimpannya karena payudara akan kembali ke ukuran sebelum Anda hamil setelah Anda berhenti menyusui nanti.
Dalam 3 bulan pertama, Anda juga akan melihat daerah sekitar puting susu Anda akan bewarna lebih gelap, hal ini disebabkan karena terjadinya peningkatan persediaan darah ke seluruh tubuh. Akibatnya daerah sekitar payudara akan tampak bayangan pembuluh-pembuluh vena di bawah kulit payudara Anda.
Sering buang air kecil
Anda akan merasa lebih sering ingin buang air kecil karena adanya pertumbuhan rahim yang menekan kandung kencing Anda dan perubahan hormonal. Ingat jangan mengurangi pemasukan cairan (minuman) Anda untuk mengatasi problem ini karena Anda butuh cairan lebih pada saat hamil. 
Konstipasi
Anda mungkin akan merasa kesulitan untuk buang air besar karena peningkatan hormon progesteron yang menyebabkan relaksasi otot sehingga usus kurang efisien, juga tablet zat besi (iron) yang diberikan oleh dokter biasanya menyebabkan masalah konstipasi. Atasilah dengan banyak minum air, konsumsi makanan yang berserat tinggi (sayuran dan buah-buahan), serta olahraga.
Morning sickness (mual muntah)
Penelitian menunjukkan bahwa separuh dari ibu hamil mengalami mual dan dimulai pada bulan ke dua. Mual terhadap makanan tertentu, bahkan hanya karena mencium bau makanan tertentu saja. Hal ini terjadi karena adanya peningkatan hormonal. Atasilah dengan makan dalam jumlah sedikit tapi sering, jangan makan dalam jumlah atau porsi yang besar karena hanya akan membuat Anda menjadi mual. Anda tak perlu kuatir jika bayi Anda tak cukup nutrisi. Di awal kehamilan, kebanyakan ibu hamil hanya sedikit saja meningkat berat badannya dan ini tidak mempengaruhi perkembangan bayi Anda. Biasanya keluhan mual muntah ini akan menghilang pada akhir trimester pertama. Segera hubungi dokter bila mual muntah menjadi sangat hebat sehingga Anda tidak dapat makan atau minum apapun juga, sehingga dapat menimbulkan kekurangan cairan atau dehidrasi (hiperemesis gravidarum).
Merasa lelah
Anda akan merasa lelah karena tubuh Anda bekerja secara aktif untuk menyesuaikan secara fisik dan emosional untuk kehamilan. Juga peningkatan hormonal dapat mempengaruhi pola tidur Anda. Carilah waktu untuk beristirahat sedapat mungkin.
Sakit kepala
Anda mungkin akan merasa sakit kepala yang lebih sering daripada biasanya. Hal itu mungkin karena rasa mual, kelelahan, rasa lapar, tekanan darah rendah, dan dapat juga karena perasaan tegang atau bahkan depresi. Atasilah dengan beristirahat dan konsumsi makanan sedikit demi sedikit namun sering. Bila sakit kepala semakin terasa berat secepatnya hubungi dokter. Pada kehamilan lanjut, sakit kepala dapat menjadi tanda pre-eklampsia, yang biasanya disertai dengan peningkatan tekanan darah dan kaki tangan membengkak.
Pusing
Merasa pusing sering terjadi pada awal kehamilan karena adanya peningkatan tuntutan darah ke tubuh sehingga sewaktu Anda berubah posisi dari tidur atau duduk 
Sumber :
www.info-sehat.com

Selengkapnya...